EJAAN YANG DISEMPURNAKAN !
Setelah mempelajari topik ini, anda dapat:
1.Menggunakan
huruf
kapital
sesuai
dengan
EYD
2.Menulis
kata
dengan
benar
3.Menulis
angka/lambang
bilangan
dengan
benar
4.Menggunakan
tanda
baca
dengan
benar Pemakaian Huruf Kapital
- Huruf pertama petikan langsung.Cth. Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”
- Huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan hal-hal keagamaan, kitab suci ,dan nama Tuhan termasuk kata gantinya.Cth. Allah, Islam, berdoalah kepada-Nya.
- Huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan yang diikuti nama orang.Cth. Hajah Maulida
- Huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, bahasa.Cth. bangsa Indonesia, bahasa Inggris.
- Huruf pertama nama tahun, bulan, hari raya, peristiwa sejarah.Cth. hari Raya Idul Fitri, tahun HijriahHuruf pertama nama khas dalam geografi Cth. Sungai Cimanuk, Jalan Arjuna.
- Huruf pertama nama resmi badan, lembaga pemerintah, ketatanegaraan, nama dokumen resmi.Cth. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, judul karangan kecuali di, ke, dari, untuk,yang yang tidak terletak pada posisi awal.Cth. Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi.
- Huruf pertama penunjuk hubungan kekerabatan seperti Bapak, Ibu, Saudara, Kakak, Adik, Paman yang dipakai sebagai kata ganti atau sapaan.Cth. Surat Saudara sudah saya terima.
Penulisan Kata
1. Kata Turunan
Imbuhan ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Contoh: berkarakter
Awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahului kalau bentuk dasarnya berupa gabungan kata. Contoh: bertanggung jawab, garis bawahi
Kalau bentuk dasarnya berupa gabungan kata dan sekaligus mendapatkan awalan dan akhiran maka kata itu ditulis serangkai. Contoh: mempertanggungjawabkan
Kalau salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai. Contoh: antarkota
2. Gabungan Kata
Yang lazim disebut kata majemuk, termasuk istilah khusus, bagian-bagiannya ditulis terpisah. Cth. orang tua, duta besar
Yang sudah dianggap sebagai satu kata ditulis serangkai. Cth. apabila, bagaimana
3. kata depan (di, ke, dari)
Ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata, seperti daripada dan kepada. Cth. Bermain sajalah di sini
Kata-kata berikut di tulis serangkai. Cth. Kami percaya sepenuhnya kepadanya
4. Angka, Kata, Lambang
Untuk menyatakan ukuran panjang, berat, isi, satuan waktu, nilai uang. Cth. 10 liter, 2 kilogram, 10 persen, 1 jam 30 menit, Paku Buwono X, Paku Buwono ke-10, Paku Buwono kesepuluh, tahun 2000-an, uang 10000-an
Dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang dipakai secara berurutan , seperti dalam pemerincian dan pemaparan. Cth. 1. Solat wajib sehari semalam tujuh belas rakaat. 2. Jumlah mahasiswa 34 orang, terdiri atas 18 orang laki-laki, dan 16 orang perempuan.
Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Jika perlu susunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat lagi pada awal kalimat. Cth. Dua puluh satu orang mendapat penghargaan dari Direktur.
Penggunaan Tanda BacaTitik
Akhir kalimat, singkatan nama orang (O. Suharja), singkatan gelar (M.M.), singaktan kata yang sangat umum (a.n., Yth.), memisahkan angka jam, menit dan detik (pukul 1.30.25)Koma
- Diantara unsur-unsur suatu pemerincian .
Cth.Ibu membeli sarung, kopeah, dan sajadah.- Memisahkan antarklausa dalam kalimat majemuk setara.
Cth. Saya ingin datang, tetapi hari hujan.- Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat mendahului induk kalimat.
Cth. Kalau saya lulus, kamu akan saya traktir.- Menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Cth. Siregar, Merari, Azab dan Sengsara, Weltevreden, Balai Poestaka, 1920.- Diantara nama orang dan gelar akademik.
Cth. Ojo Suharja, M.M.- Mengapit keterangan tambahan dan keterangan aposisi.
Cth. Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali.
